
KAMPUNGBERITA.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha meminta Pemkot Surabaya memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk menata kota agar lebih baik. Salah satunya, kata Politisi PKB tersebut dengan membangun box culvert yang selama ini masih belum tuntas.
Masduki mencontohan, pembangunan box culvert di Babat Jerawat berhenti cukup lama. Padahal, kata dia, akan lebih bagus kalau box culver dilanjutkan sampai ke kawasan Benowo. Dia pun menyoroti rencana pembangunan pengolahan limbah B3 pada 2019 yang dibatalkan Pemkot dalam rapat bersama Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya.
Menurutnya, anggaran sebesar Rp 60 miliar yang sudah diplot untuk pembangunan pengolahan limbah B3 tersebut bisa dialihkan untuk pembenahan infrastruktur.
“Ada beberapa hal yang kita minta diprioritaskan. Salah satunya adalah infrastruktur. Kami meminta dana itu dialihkan untuk membangun box culvert dari Babat Jerawat ke arah barat sampai mentok,” kata Masduki, Jumat (7/12).
Dengan begitu, kata Masduki, masyarakat di Surabaya Barat akan mendapatkan manfaat seperti kemacetannya terurai dan bisa menjadi upaya untuk pengendalian banjir.
“Kami sudah komunikasikan ke Komisi B sehingga akan diplotkan Rp 20 miliar di box culvert. Sisanya akan digunakan untuk infrastruktur yang lain,” ujarnya.
Seperti diketahui, APBD Surabaya tahun 2019 siktar Rp 9,4 trilliun. Hanya Rp 94 miliar lebih tinggi dibandingkan APBD perubahan 2018.
Di sisi lain, sejumlah warga Surabaya Barat berharap pembangunan box culvert diselesaikan sampai ke Benowo. Saat ini, proyek di sepanjang Manukan-Sememi mandek. Proyek yang sangat dinantikan warga Surabaya Barat belum jelas kapan dilanjutkan lantaran masih terhenti di Manukan di sisi Timur. Sementara di sisi Barat terhenti di Babat Jerawat persis perbatasan Sememi.
Beberapa warga mengatakan sangat berharap proyek box culvert diselesaikan sampai tuntas. ”Kalau sudah jadi akan lebih enak, jalan kembar, lebar, dan yang penting terhindar dari ancaman banjir,” ujar salah satu warga setempat.
Harapanya cukup beralasan mengingat di kawasan Simo Pohaman hingga Manukan, dimana box culvert sudah selesai dan jalan kembar bisa dilalui, masyarakat sekitar merasakan kenyamanan. ”Sekarang sudah enak, sebelum proyek box culvert selesai hampir tiap hari macet dan musim hujan pasti banjir,” ujar Udin warga Simo Pomahan.KBID-DJI
