KampungBerita.id
Headline Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pansus RPJPD Kota Surabaya 2025-2045 Targetkan Angka Harapan Hidup Warga Surabaya 81 Tahun

Anggota Pansus RPJPD Kota Surabaya 2025-2045.@KBID-2025.

KAMPUNGBERITA.ID-Panitia Khusus Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (Pansus RPJPD) Kota Surabaya 2025-2045 sedang menggodok arah pembangunan secara makro selama 20 tahun ke depan.

Menurut anggota Pansus RPJPD Kota Surabaya, Baktiono, salah satu fokus utama yang dirumuskan dalam RPJPD adalah target angka harapan hidup warga Surabaya, seiring dengan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga kota.

“Kami menargetkan angka harapan hidup bisa mencapai 81 tahun pada 2045,”ujar dia, Rabu (25/6/2025).

Target ini sebagai perbandingan yang mana pada 2002 angka harapan hidup warga Surabaya rata-rata 62 tahun. Sementara di Jepang di tahun yang sama sudah mencapai 72 tahun.

Perbandingan ini, menurut Baktiono menjadi dasar untuk meningkatkan fasilitas kesehatan, memperbaiki permukiman, dan rehabilitasi sosial daerah kumuh (RSDK) guna mencapai angka harapan hidup yang lebih tinggi.

Dia mengatakan, setelah 2024, angka harapan hidup warga Kota Surabaya meningkat menjadi 70 tahun. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan berkelanjutan dalam akses dan kualitas layanan kesehatan bagi lansia.

Karena sejak era reformasi, Wali Kota Bambang DH, Tri Rismaharini, dan Eri Cahyadi yang rata-rata satu dekade memimpin berkomitmen membangun Kota Surabaya dengan serius dan benar. Artinya, sesuai dengan aturan yang ada.

Contoh untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) ditertibkan minimal 20 persen. Tapi Surabaya sudah 30 persen. Artinya, udara semakin sehat dan bisa menyerap karbondioksida.
Selain itu, lanjut Baktiono, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya secara rutin uji emisi gas buang untuk mengukur tingkat polutan yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Tujuannya untuk memastikan kendaraan memenuhi standar emisi yang ditetapkan dan membantu mengurangi dampak negatif polusi udara.

Selain itu, penghijauan juga digalakkan terus, sehingga mengeluarkan oksigen yang segar. “Ini kita lihat dan tak bisa direkayasa. Indikator untuk kualitas udara, yakni baik, sedang, tidak baik,” tutur dia.

Politisi senior PDI-P ini menyampaikan, pada 25 tahun silam, indikator kualitas udara di Surabaya kalau siang sangat tidak baik, sementara kalau malam sedang. Tapi sekarang, lanjut dia, kalau siang baik, dan malam sangat baik. Ini membuktikan kualitas udara di Surabaya sehat.

Semua ini tak lepas dari upaya Pemkot Surabaya yang secara masif melakukan penghijauan dan perbaikan infrastruktur.

“Rumah yang dulu kumuh dan becek, diperbaiki. Termasuk aliran air lancar dan sanitasi cukup baik,” tandas dia.

Selain itu, rumah sakit dan puskesmas diperbaiki, sehingga memudahkan warga mendapatkan akses kesehatan cukup dengan menunjukan KTP atau KK Surabaya. Dengan demikian beban psikis masyrakat berkurang banyak. Apalagi sekolah juga digratiskan, sehingga orang tua sudah tak memikirkan biaya lagi. Akhirnya kesehatan masyarakat meningkat dan angka harapan hidup semakin tinggi. Ini ukuran keberhasilan kota,”pungkas dia.KBID-BE

Related posts

Konsleting Listrik, Avanza Terbakar di Exit Tol Sidoarjo

RedaksiKBID

Pangdam V/Brawijaya Dampingi Panglima TNI Tinjau Latihan Super Garuda Shield di Situbondo

RedaksiKBID

Atasi Penduduk Musiman Pasca Lebaran, DPRD Minta Pemkot Surabaya Gelar Operasi Yustisi

RedaksiKBID