
KAMPUNGBERITA.ID-Derby Jatim mempertemukan tuan rumah Arema vs Persebaya pada lanjutan Liga Indonesia I 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (1/101/2022), yang dimenangkan Bajul Ijo 3-2, berakhir ricuh.
Suporter Arema yang tak terima timnya kalah turun ke lapangan dan merusak fasilitas Stadion Kanjuruhan.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, selama pertandingan tidak ada permasalahan. Permasalahan justru terjadi usai pertandingan. Karena kecewa tim kesayangannya kalah, suporter Arema.masuk ke lapangan
“Selama 23 tahun bertanding tidak pernah kalah, namun pada malam ini Arema kalah dari Persebaya,” kata Irjen Pol Nico Afinta.
“Kekalahan itu yang membuat para suporter turun ke lapangan dan berusaha mencari ofisial dan pemain untuk menanyakan kenapa tim kesayangannya sampai kalah atau melampiaskan kekecewaan,”imbuh dia.
Karena itu,lanjut Nico, petugas keamanan berusaha melakukan upaya pencegahan dan pengalihan agar suporter tidak bertambah masuk ke tengah lapangan. Bahkan, dilakukan tembakan gas air mata.Karena sudah mulai anarkis, menyerang petugas, merusak mobil.
Tembakan gas air mata.membuay suporter berlarian keluar dan mengarah ke satu titik pintu. Akhirnya, terjadi penumpukan massa dan terjadi sesak nafas atau kehabisan oksigen. Tim medis.pun berupaya memberikan dan pertolongan dan mengevakuasi ke rumah sakit.
“Terkait kejadian tersebut, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota polri dan 125 suporter,” lanjut dia.
Yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang, kemudian yang lain meninggal di rumah sakit saat proses pertolongan. Lalu ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas Polri, dan mobil pribadi.” Masih ada 180 orang dalam proses perawatan,” ungka dia.
Dari sekitar 40.0000 penonton yang hadir, tidak semuanya anarkis dan tidak semuanya kecewa. Hanya sebagian dari mereka yang turun ke lapangan.
Kapolda menegaskan, kalau semua tertib aturan, maka tidak akan terjadi seperti ini. Karena peristiwa ini ada sebab dan akibat.
“Sekali lagi kami berbela sungkawa dan akan melakukan langkah-langkah dengan stakeholder terkait supaya ini tidak terjadi lagi,” pungkas dia.KBID-BE
