DPRD Surabaya Targetkan Pengesahan RAPBD 2020 pada Pertengahan November 2019

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah.@KBID2019

KAMPUNGBERITA.ID – 50 anggota DPRD Surabaya terus membahas penyelesaiaan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020. Para pimpinan dewan masing-masing Adi Sutarwijono (Ketua), Laila Mufidah (Wakil Ketua), AH Thony (Wakil Ketua), dan Reni Astuti (Wakil Ketua) menargetkan pengesahan RAPBD tahun 2020 disahkan palng lambat pada pertengahan bulan depan atau 15 November 2019.

50 anggota dewan tersebut memandang, realisasi anggaran dalam APBD tahun 2020 harus segera diselesaikan. Sehingga, kerja-kerja untuk membangun Kota Surabaya bisa segera dilaksanakan.

Dalam pembahasanya, sejumlah skema maupun formula telah disiapkan DPRD periode ini untuk mengesahkan RAPBD on time agar proses pembangunan di kota ini bisa berjalan maksimal.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah optimis, target pengesahan RAPBD 2020 pada pertengahan November bakal terpenuhi. Terlebih, kata dia, pihaknya (DPRD Surabaya,red) sudah mengawalinya dengan membuka komunikasi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

”Saya kira ini awal yang baik, sebab kita sudah mengawali dengan melakukan komunikasi dengan wali kota. Semangat saling memahami (ta’aruf) sudah terbangun bersama Ibi Wali Kota,” katanya, Sabtu (19/20).

Ning Laila, sapaan akrabnya mengatakan, pertemuan-pertemuan semacam itu akan mampu menciptakan dinamika yang positif untuk membangun kota secara bersama-sama. Lebih-lebih, kata dia, Surabaya saat ini dihadapkan pada beragam permasalahan yang cukup kompleks dan harus segera ditangani.

Menurutnya, pertemuan dengan Forpimda termasuk Wali Kota tidak hanya satu dua kali dilakukan. Sebab, lebih sering betemu justru lebih baik agar komunikasi intens bisa dilakukan. Termasuk bericara masalah APBD 2020. ”Makanya saya optimism target pengesaha bisa dicapai,” kata dia.

Sementara Wakil Ketua DPRD Surabaya dari PKS, Reni Astuti mengatakan, pihaknya memiliki cita-cita yang sama dengan Pemkot untuk terus memajukan Kota Surabaya. Menurutnya, DPRD Surabaya dan Pemkot Surabaya terus berusaha memahami kelebihan dan kekurangan eksekutif maupun legislatif.

AH Thony, Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra menambahkan, kekompakan antara legislatif dan eksekutif sangat diperlukan untuk menentukan arah pembangunan Kota Surabaya ke depan. Terlebih, katanya, saat ini dalam tahap pembahasan RAPBD 2020. Mudah-mudahan, dengan segera disahkanya RAPBD menjadi APBD 2020 maka segala keperluan pembangunan Kota Surabaya bisa segera direalisasikan.

“Kalau Dewan mengkritik juga dengan pemahaman. Jadi, semua dalam satu frame keterbukaan,” kata dia.

Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono juga menyampaikan, bahwa Semua arah dan realisasi pembangunan akan sangat dipengaruhi APBD ini. Hal itu harus didukung iklim kinerja yang baik di lingkungan DPRD Kota Surabaya.

Saat ini, pembahasan KUA PPAS tengah dibahas di DPRD. Setelah semua matang dibahas bersama Tim Anggaran, baik Pemkot maupun DPRD, RAPBD itu akan disetujui untuk resmi menjadi APBD. KBID-PAR