Gelar Simulasi, Masjid Al Akbar Bisa Dipakai Resepsi Pernikahan saat Pandemi Covid-19

Simulasi resepsi pernikahan di Masjid Al Akbar Surabaya.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Selama pandemi covid 19 sejumlah aktifitas masjid ditutup kecuali ibadah shalat lima waktu dan Shalat Jumat. Tidak hanya itu, MAS juga sukses menggelar Shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

“Pemotongan hewan kurban juga mendapatkan apresiasi dari semua pihak baik nasional bahkan internasional. Pemotongan hewan kurban yang menerapkan protokol Kesehatan ini sukses,” kata H Helmy M Noor, Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya saat memberikan sambutan pada acara sirmulasi resepsi pernikahan di gedung marwah Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu  (02/09).

Sukses di bidang ibadah, kini Pengurus Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Al Akbar Surabaya fokus pada bidang usaha atau resepsi pernikahan. Kalau akad nikah sudah berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pakai masker serta jaga jarak. “Hal ini kami lakukan karena banyak desakan dan permintaan dari jamaah untuk segera membuka pelaksanaan resepsi pernikahan,” jelas pria alumni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Dari desakan itu, Helmy mengatakan pihaknya tidak mau mengambil resiko. Sehingga komunikasi, koordinasi dan konsolidasi ke Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya terus dilakukan. “Untuk memberikan kepercayaan kepada publik, kami bersama para pelaku usaha dibidang dekorasi, katering, MC, hiburan, rias dll mengadakan simulasi resepsi pernikahan,” lanjutnya.

Pelaksanaan Simulasi ini bukan akhir dari keputusan, tapi awal untuk pelaksanaan resepsi, dari sini BPP Masjid Al Akbar akan melihat dan mengevaluasi pelaksanaan. “Yang jelas kami tidak bermaksud menyulitkan tapi ini untuk kenyamanan bersama. Prinsip kami tidak ingin melanggar peraturan pemprov dan pemkot,” tegasnya.

Helmy juga mengatakan semua yang terlibat dalam resepsi ini baik itu petugas katering, dekorasi, dari pihak keluar mempelai pria dan perempuan harus di rapid test. Pelaksanaan rapid test satu hari sebelum pelaksnaan resepsi.

Selain itu, untuk memberikan pelayanan kepada pemilik acara, para tamu undangan harus melewati tahapan protokol kesehatan, seperti masuk melalui bilik sterelisasi, mencuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker dan face shield serta jaga jarak. “Kami sudah menyiapkan shaf untuk jaga jarak mulai dari eskalator hingga menuju kuade. Selain itu, para tamu akan dilayani katering, artinya tidak boleh tamu undangan menuju prasmanan, biarkan petugas yang menghampiri,” jelasnya.

Helmy memastikan pelaksanaan resepsi tetap ada pembatasan. Gedung ini memiliki fasilitas dua ribu orang dan tamu undangan akan dibatasi 300 undangan. “Masjid akan menyiapkan ruang tunggu jika kapasitas di dalam penuh,” tegasnya.

Suksesnya acara resepsi ini ada tiga pilar, pertama adalah vendor, masjid dan keluarga mempelai. “Semua harus disiplin, tidak boleh ada yang ceroboh, semuanya harus bersatu. Harus saling mengingatkan jika nanti benar-benar resepsi di Masjid Al Akbar ini dibuka,” pungkas Helmy.KBID-DAY