
KAMPUNGBERITA.ID – Satu persatu kader PDI Perjuangan Surabaya mulai menunjukan sikap kekecewaanya dengan tidak memilih calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi – Armudji (Erji) yang telah diusung oleh partainya.
Diketahui, sebelumnya Mat Mochtar dan juga kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Jagad Hariseno serta kader PDIP yang menamakan “Banteng Ketaton” telah terlebih dahulu menyatakan lebih memilih paslon Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin – Mujiaman Sukirno. Kini giliran kader tulen PDI Perjuangan, Anugrah Ariyadi.
Anugrah yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya itu mengaku kecewa lantaran rekomendasi untuk calon Wali Kota Surabaya tidak diberikan kepada Whisnu Sakti Buana yang notabene kader murni PDIP.
Anugrah akhirnya memutuskan bergabung ‘Banteng Ketaton’ untuk memenangkan paslon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju) yang didukung 8 partai dan 1 parpol non parleman.
Kader PDIP yang dekat Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ini mengaku telah dikecewakan Erji maupun pengurus PDIP Surabaya termasuk Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono atau lebih akrab dipanggil Adi.
“Awak dewe wis ndlosor sampai nyelondohi, raiku wis tak buwak nang peceren (saya berusaha mengawali, wajah saya kubuang ke selokan),” katanya.
“Aku sak durunge mutusno (mendukung 02) koyok seperti ini ngene (sebelum saya memutuskan seperti saat ini), aku wis mencoba menghubungi para pengambil keputusan nang Erji agar aku iso bantu-bantu nang Erji,” lanjut Anugrah.
Namun upaya Anugrah itu bertepuk sebelah tangan. Ia mengaku tidak mendapat respon.
“Tapi gak direken blas, bos. Gak direken blas (tapi tidak dihiraukan),” katanya.
Mantan wakil ketua Komisi B DPRD Surabaya ini berdalih jika tidak adanya respon itu bukanlah isapan jempol belaka.
“Aku duwe buktine. Engkuk nek ditakoni partai, ta buka kabeh ambek aku (saya punya buktinya kalau nanti ditanyain partai. Saya buka semuanya),” ungkap dia yang mengaku permintaan kaos bergambar Machfud Arifin – Mujiaman di wilayahnya cukup besar itu.
“Aku wis tau chat nang nggone Ketua DPC PDIP (Dominikus Adi Sutarwijono), bahwasanya aku ngewangi opo iki mas Adi nang nggone Erji?”.
Adi, kata Anugrah menjawab. “Iyo mas engkuk tak rembug dhisik mas (iya nanti kita bicarakan dahulu mas, begitu jawaban Mas Adi,” ungkap, Anugrah.
Anugrah bak mendapat angin surga. Hingga sekarang, dirinya tak pernah berjumpa dengan Adi. “Wis sampai saiki nggak onok jebule (Sampai sekarang pun tidak ada kabar),” kata Anugrah.
Anugrah tidak menyerah. Dia berusaha menghubungi Ketua Bappilu Anas Karno, dia dijanjikan bahwa akan dirapatkan. Hingga saat ini juga tidak ada kabarnya.
Aku yo wis tau nge-chat nang nggone Anas, Mas Anas, Ketua Bappilu. Bos aku ngewangi opo nang Erji?,” pungkasnya, hingga sekarang masih tidak ada respon apapun.
”Nek wis ngene ya ditarungne mesisan (kalau sudah begini ya ditarungkan sekalian saja),” katanya dengan nada kecewa. KBID-BE
