KampungBerita.id
Headline Kampung Bisnis Kampung Raya Surabaya Teranyar

Pemkot Surabaya Bangun Pasar Karah Rp 4,5 M, Imam Syafi’i: Tak Masalah Dikelola Dinas Koperasi asal Bisa Tingkatkan PAD

Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Demokrat-NasDem, Imam Syafi’i.@KBID-2024.

KAMPUNGBERITA.ID-Akhir Februari ini, Pemkot Surabaya
mulai membangun Pasar Karah di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan anggaran Rp 4,5 miliar.

Menariknya, kewenangan pengelolaan Pasar Karah ini  di Dinas Koperasi (Dinkop), bukan PD Pasar Surya (BUMD milik Pemkot Surabaya).

Sementara saat ini, PD Pasar Surya sendiri mengelola 67 pasar tradisional dengan luasan total mencapai 257.725 meter persegi. Puluhan pasar tradisional ini lokasinya tersebar di wilayah Surabaya.

Menanggapi pembangunan pasar baru ini, anggota DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i mengatakan, prinsipnya sederhana, bahwa yang namanya pasar itu kan tempat berkumpulnya antara pedagang dan pembeli. Bagi pedagang, meski pengelolanya berbeda (bukan PD Pasar Surya), mereka diuntungkan atau tidak. Mulai retribusi yang rendah sampai kemudian mendapatkan keuntungan dari hasil Jalan Kedung atau dagangannya. Itu yang penting.

“Kalau ternyata pengelolanya itu membuat lebih tinggi, tapi kemudian sepi ya untuk apa. Tapi kalau retribusinya lebih rendah namun pasar tambah ramai dan ujung-ujungnya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menurut saya tidak ada masalah. Toh antara Dinkop dan PD Pasar Surya sama-sama di bawah naungan Pemkot Surabaya. Yang penting adalah transparansi sehingga kita bisa tahu,” ujar dia, Senin (26/2/2024).

Selama ini, mantan jurnalis ini melihat pasar-pasar di Surabaya yang dikelola PD Pasar Surya itu seperti hutan yang banyak “genderuwonya”Jadi, banyak orang tak bisa masuk dan ada persoalan-persoalan apa di situ tak bisa menembus. Ujung-ujungnya Pemkot Surabaya menyuntik modal terus atau melakukan penyertaan modal. Ini tak boleh dibiarkan lagi.

Karena itu, lanjut dia, kalau Pemkot Surabaya punya inovasi-inovasi seperti sekarang dengan melibatkan dinas lain (Dinas Koperasi,red), monggo.

“Tapi pada prinsipnya, seperti yang saya sampaikan tadi, bisa menambah PAD dan bisa bersaing dengan pasar-pasar modern di dekatnya. Ini yang paling penting. Kalau tidak (berinovasi) begitu, pasar rugi terus dan imbasnya ke pedagang. Kasihan mereka itu,” tegas politisi Partai NasDem ini.

Imam Syafi’i menuturkan, selama ini banyak aturan yang mengatur agar ada sinergi pasar rakyat (tradisional) dengan pasar modern. Tapi sampai hari ini, sinergi itu kan belum terlihat.

Untuk itu, dia menganggap pembangunan Pasar Karah ini sebagai ikhtiar untuk kepentingan pedagangnya dan kepentingan PAD. ” Ya, kita lihat dululah, sambil kita awasi bersama-sama,”di tandas dia.

Soal kewenangan mengelola Pasar Karah di Dinas Koperasi apa karena karena PD Pasar Surya dianggap tidak mampu mengelola pasar-pasar yang sudah ada? Imam Syafi’i yang juga anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini melihat fakta di lapangan memang seperti itu. Selama ini banyak pasar-pasar tradisional di Surabaya yang dikelola PD Pasar Surya, meski lokasinya cukup strategis dan kelihatannya ramai, tapi setoran PAD-nya minim. Ini yang menjadi tanda tanya.
“Meski enurut saya itu yang perlu diaudit semuanya. Kalau memang kepala-kepala pasar itu mau diganti, ya diganti saja. Namun kalau pasar-pasar yang performanya masih baik, ya diberi kesempatan untuk dikembangkan dengan modal dari pemkot,” pungkas dia.

Pembangunan Pasar Karah di atas lahan seluas 6.000 meter persegi mulai dikerjakan.@KBID-2024.

Sebelumnya, Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), di Iman Krestian mengatakan, Pemkot Surabaya akan membangun pasar modern di Jalan Karah uang merupakan relokasi dari pasar tradisional di seberang jalan yang kondisinya tidak layak. Arahan Wali Kota Eri Cahyadi semua pasar yang pedagangnya tumpah ke jalan harus masuk ke dalam. Ini jadi prioritas. Seperti Pasar Simo, Pasar Keputran, Pasar Tembok Dukuh, Pasar Pabean, dan Pasar Karah.

“Pasar Karah ini kan sudah tidak layak pasarnya. Jadi, para pedagang makan jalan/gang dan mereka akan dirapikan dan ditata semua di lokasi baru. Lokasi bekas pasarnya akan dibuat gedung serbaguna untuk kepentingan warga Karah, ” jelas Iman.

Pelaksanaan pembangunan pasar baru satu lantai dengan konsep terbuka dan tampilan modern itu tiga sampai empat bulan. Mei atau Juni sudah selesai.

Iman menambahkan, untuk kewenangan pengelolaan di Dinas Koperasi, bukan PD Pasar Surya.

“Untuk pasar-pasar yang dibangun pemkot dari nol, itu dikelola oleh Dinkop dulu. Nanti kalau sudah beberapa tahun berjalan normal mungkin akan dialihkan ke PD Pasar Surya. Kenapa demikian? Karena di PD Pasar Surya kalau ada aset-aset yang tidak optimal kinerjanya dikembalikan ke Pemkot Surabaya, ” beber dia.

Sementara pantauan media ini di lapangan, sejak beberapa hari lalu mulai ada proses pengerjaan pembangunan Pasar Karah. KBID-BE

Related posts

Kejar Kekebalan Komunal, Polresta Sidoarjo Gencar Lakukan Vaksinasi Massal

RedaksiKBID

Komisi B Dorong Tunjungan Dikemas Sebagai Market Street dengan Mengusung Produk Lokal

RedaksiKBID

Pakde Karwo Hadiri Rakergub Penanggulangan Radikalisme, Terosime, dan Bencana

RedaksiKBID