Setahun, Kontribusi Parkir RSUD Trenggalek untuk PAD hanya Rp 24 Juta

RSUD dr Soedomo Trenggalek.

KAMPUNGBERITA.ID – DPRD Kabupaten Trenggalek menyoal minimnya pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trenggalek. Terungkap, PAD dari sektor parkir di rumah sakit milik Pemkab tersebut hanya Rp 24 juta per tahun.

Jumlah tersebut, sebagai hasil akhir dari sistem pengelolaan parkir di rumah sakit itu. Metodenya; 40 persen untuk RSUD, dan 60 persen untuk pengelola, yang tak lain karangtaruna Kelurahan Tamanan dan CV. “Itu riilnya,” ujar Direktur RSUD Trenggalek Saeroni, ketika menyampaikan rencana kegiatan RSUD di tahun 2019  di hadapan komisi DPRD Trenggalek yang membidangi ekonomi dan keuangan.

Ketua Komisi 2, Mugianto dan para anggota, menilai angka itu terlalu minim. “Saya minta agar RSUD Trenggalek mengkaji ulang perjanjian sebelumnya. Ini terlalu sedikit angkanya untuk PAD Trenggalek,” ujar Mugianto.

Menurut Saeroni, parkir yang dikelola rumah sakit dan kerjasama dengan pihak ketiga dengan angka Rp 24 juta per tahun itu, sudah berjalan dua atau tiga tahun ke belakang.

Beberapa tahun sebelumnya, perjanjian kerjasama yang dibuat antara pihak RSUD dengan pihak ketiga, sifatnya didasarkan pada jumlah kendaraan yang parkir. ” Jadi kalau yang parkir itu banyak, ya pendapatan kita meningkat. Kalau kurang, ya kurang,” terangnya.

Menanggapi permintaan dewan, Saeroni menyatakan akan melihat kembali perjanjian itu. Apalagi, perjanjian tersebut hanya berlaku dalam kurun waktu dua tahun.

“Kita nanti akan membuat perjanjian cukup dengan salah satu dari mereka. Bisa dengan pihak karangtaruna, atau dengan pihak CV,” urainya.KBID-TGL