KampungBerita.id
Headline Peristiwa Teranyar

Jalur Penerbangan Berstatus ‘Oranye’, Gunung Agung Bisa Meletus Setiap Saat

Gunung Agung dilihat dari Pos Pengamatan Karangasem

KAMPUNGBERITA.ID – Data Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan pos pengamatan Gunung Agung, sejak pukul 00.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita telah terjadi gempa 302 kali.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan jika dibandingkan pada periode Selasa (26/9) antara pukul 18.00 Wita hingga 24.00 Wita. Dalam kurun waktu itu terjadi gempa sebanyak 263 kali.

Berdasarkan laporan I Nengah Wardana dari Badan Geologi, PVMBG, Kementerian ESDM, dalam enam jam terakhir ini terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 106 kali dan vulkanik dalam sebanyak 165 kali. Peningkatan terasa di empat jam terakhir. Tercatat tektonik lokal sebanyak 27 kali, dan dirasakan ada empat kali.
“Gempa kembali menunjukkan peningkatan. Tetapi sampai saat ini kesimpulan Gunung Agung masih berada di level awas,” katanya, Rabu (27/9).

Menurutnya, Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi serta dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Saat ini cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur, dengan suhu udara 19-22 derajat celcius dan kelembaban udara 84-86 persen.

“Secara visual Gunung Agung kabut kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati,” katanya.
PVMBG juga mengeluarkan peringatan level oranye untuk jalur penerbangan terkait status Awas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Sebab, berpotensi terjadi letusan dengan estimasi ketinggian lima hingga 10 kilometer.

“Oleh karena Gunung Agung status kritis walaupun abu belum muncul, tetapi ada gejala di bawah permukaan, sehingga kami umumkan kepada pilot bahwa ini ‘orange’, karena setiap saat bisa meletus,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG, Gede Suantika, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (27/9), dilansir Antara.

Menurut Suantika, meski saat ini belum terpantau abu, informasi tersebut diharapkan menjadi pertimbangan kepada pilot untuk mewaspadai Gunung Agung. Pilot pun diharapkan menghindari jalur di atas Gunung Agung karena letusan gunung yang tidak dapat diprediksi.

Peringatan tersebut, ujar dia, telah dikeluarkan melalui laman Vulcano Observatory Notice to Aviation (VONA) pada Selasa malam, 26 September 2017.

Suantika menjelaskan, aktivitas magnitudo gempa sekuat 4,2 Skala Richter terjadi kemarin dengan kedalaman lima kilometer pada episentrum empat kilometer barat laut Karangasem juga menjadi salah satu indiktor pihaknya menaikkan level “orange” untuk penerbangan.

“Begitu ada gempa besar, kami takut ada letusan tiba-tiba,” kata Suantika.

Meski pihaknya mengeluarkan level oranye, kewenangan untuk melarang melintas di jalur udara atau di atas Gunung Agung berada di tangan otoritas terkait.

Terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung, Suantika mengatakan, jumlah kegempaan tercatat menurun, tapi energi yang dikeluarkan semakin besar. “Jumlah kegempaan cenderung menurun, tetapi jika dikonversi gempa ke energi memang masih merangkak naik,” ucapnya.KBID-KAR

Related posts

Pasar-pasar Ditutup, Mahfudz: Pemkot harus Beri Kompenasai ke Pedagang

RedaksiKBID

Catat, Hal-hal yang Dilarang dan Dibolehkan Jika PSBB Diterapkan

RedaksiKBID

Banjir Luapan Kali Lamong terus Makan Korban, Dua Pencari Ikan Tewas

RedaksiKBID