Siap Menangkan MAJU, Relawan KIP Progo 5 Dirikan Posko Pemenangan

Machfud Arifin saat meresmikan Pokso Relawan KIP Progo.@KBID2020

KAMPUNGBERITA.ID – Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin meresmikan posko pemenangan relawan KIP Progo 5 yang berada di jalan Diponegoro no 62 dengan dihadiri puluhan relawan yang tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ketua relawan Kip Progo 5, Rahman Ahmad mengatakan, relawan Kip Progo ini merupakan gabungan dari beberapa sejumlah relawan MA, diantaranya Lakasr Nusantara, Forum Indonesia Bersatu (FIB), Paguyuban Bawean Surabaya, Komunitas Laskar Suramadu, dan lain sebagainya.

“Jadi KIP Progo 5 ini adalah relawan disaat ibu Khofifah menang dalam pemilihan gubernur Jatim, kami ingin membuktikan kalau masih eksis, dan kami menyatakan KIP Progo 5 ini ke MA, dan ini sudah mendapat ijin dari ibu Khofifah,” ungkapnya, Kamis (8/10/2020).

Berbicara soal target, dirinya mengatakan, tidak menargetkan suara, namun yang jelas dari 31 kecamatan relawan KIP Progo 5 ini selalu melakukan kegiatan untuk mendulang suara bagi pasangan calon Machfud Arifin dan Mujiaman.

“Gerakan ini kami sebut the doctor. Jadi the doctor ini kegiatan yang dilakukan kerja tanpa pamrih, melakukan suatu langkah – langkah untuk itu. Sedangkan untuk anggaran kami secara mandiri, tidak ada dari siapa – siapa,” katanya.

Sementara, Calon Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin mengucapkan banyak terimakasih atas didirikanya posko relawan KIP Progo 5 ini untuk memenangkan dirinya. Mantan Kapolda Jatim itu berharap, semoga arwah kemenangan bisa terbawa saat Pilkada 9 Desember 2020.

“KIP Progo 5 ini memang tanpa pembiayaan sama sekali yang berniat memenangkan MA dan Mujiaman. Tentunya mungkin visi misi yang sudah kami sampaikan sejalan dengan kita untuk bisa mengkolaborasikan di pemerintahan baik di tingkat provinsi maupun kota Surabaya,” jelasnya.

Machfud menegaskan, menurutnya kota Surabaya sudah cukup baik, namun masih banyak yang belum tersentuh misalnya, dari Sumber Daya Manusianya (SDM) masih banyak yang menderita, dan masih banyak yang berharap bantuan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Padahal masyarakat di Surabaya ini masih banyak yang menunggu bantuan MBR, PKH dan lain sebagainya. Dan yang menjadi sasaran RTnya, misalkan yang diusulkan 70 orang yang datang 15, dan juga masih banyak saah sasaran, yang meninggal dikasih yang hidup justru malah ngak dikasih. Ini yang masih menjadi problem Surabaya,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, harusnya kota Surabaya bisa menjaga keseimbangan. Artinya, jika kotanya bagus warganya harus juga ikut sejahtera. “Jangan tamanya yang hebat orangnya susah mau ke kamar mandi aja susah, masih banyak orang yang membuang hajatnha di sungai apakah ini pantes,” pungkasnya. KBID-TUR